Monday, January 16, 2017

A Brand New Ending

Social media is a funny thing. It's good for staying in touch with your friends and family, and at the same it's like a medium you can use to check on the people you don't or can't have in your life anymore. Like your ex, for example.

I was in a very toxic relationship once. I was with him for 3 years, 3 whole freaking years. I was a completely different person back then. I did not have love and respect for myself. I was emotionally abused, and it lead to physical abuse towards the end of the relationship. I really thought that it was love. I thought if it doesn't hurt or get difficult, then it's not love. The relationship destroyed me. I was ruined for another two years after it ended. I was relieved when it was over, but you can't just recover from that. You need time to heal.

5 years later, I became a new person. In some weird, twisted way, it was a revival. 5 years after I ended the relationship, I was so much more happier. My life was not perfect but I didn't care. I found myself. I had so much love for myself that I couldn't share it with someone else. Until I found this wonderful guy who is now my boyfriend. He is the complete opposite of my abusive ex. I feel safe and at home when I'm with him. He's my best friend and I feel so lucky to have him in my life.

Anyway, I found my ex's on social media and I was shocked when I found out that he got married and had a baby. He was and is still a monster. I was so scared for his wife and child... For their sake, I really hope that he had changed. Knowing that he had moved on, he has a family, I feel this weird feeling that I can't describe. I still talk to our mutual friends so I know what his situation is like. Again, I'm very blessed. I have a man that loves me for who I am, so crazy in love with me and not afraid to show it. I feel the very same about it...... and I am happy to know that I dodged a bullet

Monday, January 2, 2017

Love = Money?

Saya mau curhat sedikit ya.... Kalau saya lagi ngobrol sama orang, biasanya mereka nanya saya udah punya pacar atau belum, pacarnya orang mana, terus ujung-ujungnya nanya "kamu sering dikasih duit gak sama pacar kamu?". Langsung deh saya mikir, "emang saya keliatan matre ya?". Saya heran kenapa orang bisa nanya kaya gitu. Sampai akhirnya saya sering ngecek Path yang saya sering bilang ini social media tempat orang-orang pamer =P saya punya Path udah lama, tapi jarang banget ngepost. Karena saya pikir gak ada yang peduli juga saya makan apa, pergi kemana atau lagi dengerin lagu apa. Tapi kalau lagi bosen saya sering kepoin teman-teman saya di situ hehe.

Dari Path dan snapchat, saya sering liat orang-orang disana yang punya suami atau pacar sering banget ya di kasih hadiah super mahal. Itu biasa sih, kalian pasti sering liat itu di instagram. Tapi yang paling bikin saya kaget, pacar mereka ngasih mereka uang. Dan uangnya pun gak sedikit, tapi 10 sampai 20 juta. Dari mana saya tau? Karena mereka juga ngeposting jumlahnya. Hmmm emang ini ya gaya orang pacaran jaman sekarang? Mungkin gak semua orang sih kaya gitu dan saya tahu orang-orang itu emang doyan banget pamer. Setiap belanja puluhan juta pasti di post, iya, struknya juga ikut difoto. Haha. Sebenernya saya gak ngerti sih kenapa, apalagi saya kalau beli baju atau beli yang lain pasti nyari yang diskon. Diskon bukan berarti murahan loh. Kalau ke mall, liat-liat deh pasti ada aja merk baju bermerk yang lagi sale. Asal kuat aja ya kakinya =P

Saya enggak pernah kepikiran minta uang sama pacar saya. Kalau dia mau kasih kado yang mahal pasti saya larang haha. Bukannya minta uang atau hadiah, saya nyuruh dia nabung. I'm not frugal but I am quite a spender. Tapi dia lebih boros. Kalau belanja bulanan pasti dia ngoceh kenapa barang-barang disini mahal banget. Padahal trolley nya gak penuh tapi bisa abis 400 sampai 500. Ya mahal lah, orang belanjanya barang-barang import dan belanjanya di supermarket besar lagi. Saya bilang kalau mau murah ke pasar aja. 40ribu bisa dapet lebih dari 2 potong dada ayam. Haha. Tapi dia bilang gak percaya sama orang-orang yang jual di pasar tradisional. Makanya nanti kalau udah tinggal disini, saya mau ajarin kalau belanja ke pasar modern aja. Lebih murah daripada supermarket.

Agak lucu sih sebenernya karena sebelum sama pacar saya ini, saya agak boros tapi sekarang malah saya yang sering ingetin dia biar lebih hemat.

Saturday, December 31, 2016

The real struggle in life

Halo, halo.... udah lama gak ngepost lagi. Alasannya karena sibuk dan...... bosen. Gak tau juga mau ngepost apa karena hidup saya ya gitu-gitu aja. Gak ada yang spesial.

Jadi beberapa bulan ini saya lagi usaha cari kerja. Di bidang saya ini, cari kerja emang agak susah ya haha. Karena emang gelar atau almamater itu gak penting di bidang ini, yang mereka mau itu experience. Saya baru aja lulus sekolah dan gak pernah punya pengalaman apa-apa. Tapi ya udah lah, saya bakal tetep mencoba dan sabar menghadapi keluarga saya yang gak ngerti susahnya cari kerja. Mereka pikir gelar saya bakal ngebantu banget kaya sarjana ekonomi atau akutansi tapi karir yang saya pilih itu beda.

Saya wanita yang mau mandiri, bisa menghasilkan uang sendiri itu penting banget buat saya. Saya gak mau akhirnya dinikahin sama pacar saya dan jadi ibu rumah tangga. No offense, saya kagum sama ibu-ibu rumah tangga karena emang susah ngurusin kerjaan di rumah. Orang bisa mikir saya gak perlu kerja keras karena pacar saya bule tapi pacar saya bukan orang kaya. Kalo kita nikah nanti, saya mau bantu dia bayar rumah, bayar air, listrik, dll. It never hurts to have some extra money, right? Apalagi kalo kita punya anak nanti. Biaya sekolah dan lain-lain makin mahal. Saya aja pusing mikirnya sekarang, apalagi nanti. Oke, intinya saya mau dapet kerja dan ngehasilin uang sendiri.


Friday, February 26, 2016

LDR?

Long distance relationship sucks.
I'm guilty for thinking this type of relationship would be easy, now that I'm in it, I've changed my mind.
It is not easy when your loved one is so far away from you. The only thing from this that would make myself feel better is we live in the same country. Different islands but still in Indonesia.
But it is hard nonetheless. Especially when we're having an argument. Thankfully we haven't been in a big fight or anything, but we had some rough times. It sucks because we have to solve the damn problem over the phone, and usually receiving a nice, loving hug would be nice, but nope. Distance is laughing at us. Sucks, huh?
When life knocks me down, the best thing he could do is call me and tell me everything is going to be ok.
But. . . I can't describe my feeling when when I see him again after a month or so. It's pure bliss. I still feel nervous and shy when I see my boyfriend and we've been dating for a while now. I will try to enjoy this long distance relationship as much as I can.
I don't have any advice to give, but patience and trust are needed in order to have a healthy relationship. For me those things are the foundation, and not just for a long distance relationship.
What's your advice?

Wednesday, February 17, 2016

Punya Pasangan Bule......

Akhirnya punya blog juga.... Udah sempet punya sih cuma isinya cerita-cerita pas masih SMA. Sekarang gue udah lebih tua dan mau coba bikin yang lebih serius. Sebenernya gak tau mau nulis apa sih di sini, tapi karena sekarang gue lagi bosen, pacar udah tidur, dan gue belum ngantuk, mending nulis di sini aja deh.

Jadi, alesan gue bikin blog lagi itu karena udah beberapa minggu ini, gue jadi sering baca-baca blog orang. Apalagi bloggers yang punya pacar atau suami bule. Gue suka baca cerita-cerita mereka. Ada yang positif, ada juga yang negatif. Pasti kalian udah tau kan stereotype negatifnya cewek-cewek yang punya pasangan bule? Well... I have some things to say about those stereotypes.

Yang pertama, kenapa masalah banget buat kalian kalo ada yang bilang mereka lebih milih punya pasangan bule daripada orang lokal? Setiap orang pasti punya tipe ideal dan seleranya masing-masing. Gak semua cewek yang bilang mereka mau punya pacar bule itu bule hunter loh. Kecuali mereka hunting bule gila-gilaan, gak peduli bule itu punya istri atau enggak, nah itu beda ceritanya. Untungnya sih gue gak pernah kenal sama orang kaya gitu, dan gak mau kenal. Anyway, what I'm trying to say is don't ever make assumptions. You can't always get what you want. Dulu gue pengen punya pacar orang Korea karena tergila-gila sama Kai and Chanyeol from EXO (buat yang gatau siapa mereka, silahkan cuci mata dan google nama mereka), eh malah dapet yang dari Amerika.


Yang kedua, stereotype ini bisa ke cewek dan bulenya juga. Kebanyakan orang pikir cewek yang pacaran sama bule itu cewek "gak bener" karena bule identik dengan cara hidupnya yang beda dengan orang Indonesia. Contohnya seks bebas. Menurut gue, kalo dia bener-bener serius sama lo, dia gak bakalan maksa lo lakuin sesuatu yang lo gak mau. Dan ini gak berlaku buat bule aja, tapi semua cowok juga. Kalo si cewek gak setuju dengan cara hidup si bule, dia harus menghormati itu. Kalo dia malah maksa, well.... He's not the right one for you, honey. Di jaman sekarang banyak juga orang Indonesia yang lifestyle nya lebih bebas, dan gak sedikit juga bule yang belum pernah pacaran dan masih virgin.

Yang terakhir... Masih banyak banget yang mikir pacar bule itu cuma ngincer hartanya aja atau buat status, atau yang lebih parahnya lagi, dikira jadi cewek bayaran. Gue juga bingung kenapa orang mikirnya begitu banget padahal gak kenal. Selama ini gak pernah sih ada yang nyamperin gue terus nanya-nanya yang aneh. Kalo diliatin? Jangan ditanya... Gue diliatin dari ujung kepala sampe kaki. Curhat dikit ya, gue orangnya pemalu dan tertutup. Gue gak suka banget diliatin tapi ya mau gimana, kalo jalan sama bule pasti mau gak mau diliatin. Sebelum sama pacar gue yang sekarang ini, gue sempet deket sama bule juga, kita pernah jalan dua kali dan kita diliatin, tapi gak separah sama pacar gue yang sekarang sih. Dia diliatin karena dia tinggi banget. Nah, gue sama pacar gue yang sekarang ini emang sasaran empuk buat orang-orang jail haha. Dia lebih tua dari gue, not grandpa old, but yeah.... He's older. Dia gak tinggal di Jakarta, jadi kita LDR-an. Setiap dia kesini, gue pengen banget ngajak dia makan, window shopping atau nonton. Karena gue gak bisa jalan sama dia setiap minggu atau ngajak dia jalan semau gue. Tapi yang bikin dia males adalah diliatin orang. Pernah waktu itu kita baru sampe di mall, baru aja keluar dari taxi, ada ibu-ibu ngeliatin gue. Gue diemin aja sih kalo gue diliatin pas lagi jalan sama pacar, tapi lama-lama risih. Gue jadi agak badmood, dan pacar gue kira gue malu jalan sama dia. Kita hampir berantem loh haha, tapi akhirnya dia ngerti dan gue sekarang gak mau peduli lagi kalo diliatin. Terserah mereka deh mau mikir apa, kenal juga engga. Pernah juga dia waktu itu dia lagi ngecheck list laundry dan staff nya gak bisa bahasa Inggris, dan akhirnya gue bantuin. Pas gue ngecheck dan jelasin ke pacar, ada dua staff di depan pintu, ngeliatin kita. Mulai sekarang harus kebal kayaknya.

Jadi itu aja sih yang mau omongin buat sekarang. Sebenernya masih banyak lagi sih tapi udah malem banget disini. Feel free to leave questions or comments or send me an email at facefrmheaven@gmail.com if you want to. Bye for now!